Jumat, 14 Januari 2011

POSKESDES Jatigembol POSKESDES PERCONTOHAN TINGKAT KABUPATEN

( Erna Subiyakti dengan Pialanya )
Dalam rangka kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang Ke- 46 tahun 2010 ini beberapa penghargaan dianugerahkan oleh panitia atas prestasi kepada perseorangan para praktisi kesehatan maupun kelembagaan yang meiliki prestasi menonjol. Diharapkan dengan diberikannya penghargaan secara periodik akan memacu semangat dari para petugas kesehatan dalam melayani masyarakat.
Salah satu diantaranya yang mendapatkan apresiasi dan mendapat penghargaan adalah prestasi Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa ) Jatigembol, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi yang dinobatkan sebagai POSKESDES Percontohan. Desa Jatigembol yang terdiri dari 4 dusun yaitu Sumber Agung, Pilangrejo, Jatigembol dan Wates dengan berpenduduk 5.662 jiwa, dalam penanganan dibidang kesehatan tak perlu diragukan lagi, terutama kiprah bidan desanya.
Poskesdes Jatigembol sebagai tempat pelayanan kesehatan utamanya pada Kesehatan Ibu dan Anak  ( KIA ) yang terletak ditepi jalan raya Begal – Kedunggalar ini telah banyak prestasinya. Diantaranya sebagai juara I Kegiatan GSI ( Gerakan Sayang Ibu ) Tingkat Kabupaten Ngawi dan Predikat Poskesdes Percontohan. Walau keberadaannya baru dua tahun dan dikelola Erna Subiyati ( 32 ) seorang Bidan Desa, dinilai banyak terobosan dan akhirnya bisa terjalin hubungan yang baik antara Perangkat Desa, Satgas GSI, Satgas desa SIAGA dan elemen masyarakat lainnya, sehingga ada keterpaduan langkah dalam menangani masalah kesehatan di desa tersebut.

Bidan Desa Erna Subiyati Sosok Kunci Keberhasilan Poskesdes

Sosok Erna, bidan desa yang memotori kegiatan Poskesdes di desa ini memang perlu diteladani oleh petugas bidan lainnya, utamanya dalam kepedulian pada masyarakat. Kerja keras Bu Erna dalam menangani masalah kesehatan ibu dan anak termasuk didalamnya ibu hamil begitu luar biasa dan berdedikasi tinggi dalam mengabdi masyarakat.
Sosok Erna yang berasal dari Kelurahan Pelem, Ngawi Kota itu  sangat membanggakan masyarakat setempat. Bahkan berhasil membawa Desa Jatigembol meraih juara percontohan POS KESDES se-Kabupaten Ngawi. Sejak ditugaskan di desa  tersebut tahun 1993 sebagai Bidan Desa didapati masih banyak Ibu Hamil yang tidak mau memeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan dikarenakan saat itu masih ada tiga dukun bayi dan mereka masih menjadi rujukan ibu yang mau melahirkan. Upaya yang dirintis Erna adalah dengan cara pendekatan, mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah setiap keluarga yang mempunyai kasus kebidanan diantaranya kehamilan dan permasalahan kesehatan balita.
Erna yang saat ini sedang menempuh pendidikan D3 Kebidanan, padal awalnya menanyakan tentang kondisi kesehatan keluarga selanjutnya dengan cara halus, bidan yang sudah berputra dua itu memberikan saran agar ibu hamil untuk memeriksakan kepada petugas kesehatan. Hasilnya perlahan tapi pasti para ibu  hamil yang telah diberi penjelasan mau dan rajin memeriksakan kehamilannya ke POLINDES.
“ Masih banyak Pak, tantangan yang saya hadapi waktu itu, terutama keberadaan dukun
bayi yang selalu menentang “ ucap Erna saat ditemui wartawan ORBIT. Dengan pendekatan secara halus lambat laun peran dukun bayi mulai berkurang, seiring masyarakat sudah mempercayai pada keberadaan bidan didesanya.
Langkah lainnya adalah dengan membentuk Forum Kader Sedap Malam, dimana anggotanya merupakan kader kesehatan dan bertujuan sebagai wahana untuk membahas serta memecahkan permasalahan kesehatan dan bidang lain yang terkait.
Dengan kerjasama yang baik antar setiap Satgas diantaranya Satgas GSI, Satgas Desa Siaga, Forum Kader Sedap Malam serta semua perangkat desa, hasilnya POSKESDES Jati Gembol berhasil meraih predikat sebagai Poskesdes Percontohan Tingkat Kabupaten.
Program Inovasi lain adalah dengan melakukan kegiatan yang disebut “ DESI FOKLAP “
DESI : Terlaksananya Kegiatan Desa Siaga, FO : Terlaksananya Forum Kader Sedap Malam , KLA : Terlaksananya Kelas Ibu Produktif dengan sasaran Ibu Hamil, P: Terlak
sananya Kelompok Perempuan Desa Hutan.
Setiap kelompok telah melakukan kegiatan yang intinya meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat dengan memberdayakan kelompok masyarakat sekitar.
Sedangkan Desa Siaga dengan langkah penandaan rumah warga yang mempunyai ibu hamil dengan menempelkan stiker sesuai dengan tingkat kerisikoan yang diderita ibu hamil yang ada dirumah tersebut. Disamping itu, juga dilakukan pemeriksaan golongan darah pada ibu hamil serta keluarga untuk mempermudah penanganan apabila memerlukan tambahan darah.
Program Tabulin ( Tabungan Ibu Hamil ) dan Dasolin ( Dana Sosial Ibu Hamil ) juga di galakkan Bidan Erna, dengan membentuk kelompok. Saat ini telah ada kelompok KPDH ( Kelompok Perempuan Desa Hutan ) “ WONO ASRI “, dengan jumlah anggota seba nyak 100 orang. Kelompok ini rutin setiap bulan menyisihkan uang Rp 1000 sebagai  DASOLIN.
Yang menggembirakan partisipasi berupa bantuan dana untuk Dasolin dan Tabulin juga diwujudkan masyarakat, diantaranya dari kelompok Jamaah Yasinan serta Infaq dari setiap dusun, saat ada peringatan keagamaan.
Guna memperlancar penanganan ibu yang akan melahirkan di wilayah Desa Jatigembol juga sudah tersedia Ambulance Desa sebanyak 6 kendaraan roda empat serta 3 sepeda motor. Semuanya milik masyarakat yang setiap saat siap mengantar ibu yang mau melahirkan, baik untuk rujukan ke bidan maupun ke Rumah Sakit.
Kegiatan lain berupa Kelas Ibu Produktif (KIP), sebagai sasarannya ibu hamil. Dilaksanakan setiap bulan yang bertujuan mempersiapkan ibu hamil secara fisik dan mental dalam mengahadapi proses persalinan disamping sebagai sarana pembelajaran dan pelatihan.
Yang perlu mendapat acungan jempol selama kurun waktu tahun 2009 – 2010 diwilayah
Poskesdes Jatigembol tidak terjadi kematian Ibu Hamil dan Bayinya, hal itu disebabkan karena rajinnya Erna bersama kader kesehatan lainnya melakukan pemantauan dan kunjungan ke rumah ibu hamil yang beresiko, BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah ) dan kasus Gizi Buruk.
Kunci keberhasilan menekan angka kematian Bumil dan Bayi menurut Erna diantaranya adalah bertindak sedini mungkin serta tidak menunda penanganan ibu yang akan melahirkan dengan berisiko tinggi untuk segera mendapatkan tindak lanjut penanganan, diantaranya merujuk ke Rumah Sakit. Di pertemuan rutin  Satgas GSI di desa, juga dibahas serta memecahkan setiap kasus kematian ibu dan anak disamping melakukan pemantauan dan pelacakan kasus kematian ibu dan anak disetiap dusun. Kegiatan rutin Erna lainnya adalah kunjungan ke posyandu yang berjumlah 6 Posyandu setiap bulan serta pembinaan Kader Posyandu bersama lintas sektor.
Kepala Puskesmas Kedunggalar, dr. Suwasana Adi Sampurna saat ditemui ORBIT diruang kerjanya, menyatakan bangga atas keberhasilan POSKESDES Jatigembol yang memperoleh predikat Poskesdes Percontohan tingkat Kabupaten. Menurutnya, predikat itu memang layak diberikan kepada Bidan Erna karena dedikasi serta loyalitas pada pekerjaannya sangat tinggi sehingga berhasil meraih predikat seperti yang saat ini dicapai.   yanK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar